Selasa, 08 September 2009

Semangat Yang Tak Pernah Padam Untuk Eksistensi Scane Underground Jakarta

Unit Seni & Vokal Universitas Jayabaya, Jakarta mempersembahkan sebuah event bertajuk GERILYA MUSIK UNDERGROUND 12. Event berkala yang sudah 12 kali diadakan ini sudah sangat dikenal oleh kalangan publik Underground Jakarta, selain turut mendukung eksistensi komunitas underground, event ini pun banyak melahirkan band-band baru yang cukup potensial.  Dalam kesempatan ini, event GERILYA MUSIK UNDERGROUND 12 ini diramaikan oleh Funeral Inception, Thinking Straight, Antiseptic, Sound Fight, Monkey Boots, Konflik, Stupidity, Rebel Youth, Low Attitude, Tyranny, Aksiterror, In Memoriam, Psywar, One Foot Japan, After All Over. Acara yang berlangsung ditengah teriknya matahari siang itu memainkan beberapa band yang mendapat jatah tampil awal sesuai dengan rundown acara yang sudah dibuat. Suasana disekitar Hall Univ.Jayabaya saat itu masih terlihat belum terlalu ramai, hanya beberapa kumpulan orang saja yang terlihat duduk-duduk dan beberapa yang keluar-masuk Hall. Begitupun keadaan didalam Hall tempat acara berlangsung. Tampak tidak terlalu banyak audience yang menyaksikan penampilan dari beberapa band yang tampil diwaktu awal hingga break maghrib. Pasca break maghrib, perangkat sound system kembali dinyalakan, tata lampu disekitar panggung juga disetting cukup menarik, dan perangkat gun smoke yang disediakan menambah event GERILYA MUSIK UNDERGROUND 12 kali ini terlihat diproduksi dengan cukup maksimal, meskipun tanpa adanya suntikan dana dari sponsor/korporat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dari para panitia untuk merealisasikan acara yang menampilkan berbagai genre musik ini
In Memoriam tampil dengan maksimal dihadapan audience malam itu, dengan menyuguhkan musikalitas progresif/rock/metal sehingga mereka membuat semua yang ada didalam Hall malam hari itu ikut menikmati musik yang mereka mainkan dan begitu serius menyimaknya. Dilanjutkan oleh beberapa band yang tampil kemudian, membuat suasana malam itu terlihat sekain ramai, tidak hanya didalam, bahkan situasi diluar kampus Univ.Jayabaya pun tampak ramai. Monkey Boots tampil begitu memukau, memancing para audience untuk berdansa bersama dalam iringan musik yang mereka mainkan. Musik ska yang pernah booming ditahun ‘98an kembali mereka mainkan, membuat sebagian orang bernostalgia bersama mereka. Suasana moshpit pun terlihat ramai. Dilanjutkan oleh Antiseptic, salah satu band pionir HC/Punk asal Jakarta ini memang sudah banyak dinantikan penampilannya. Berry cs, menggebrak dengan lagu-lagu lama milik mereka, cukup enerjik dan kencang. Dalam hal aksi panggung pun cukup mengidentitaskan bahwa mereka punkrockers, meskipun tidak dengan dandanan layaknya para streetpunk, namun secara soul sudah dapat mencerminkannya. Suasana moshpit terlihat begitu bernyawa. Setelah Antiseptic memainkan lagu terakhirnya, disusul dengan band berikutnya yang memainkan oldschool hardcore/power violence. Penampilan yang cukup menarik meskipun tanpa kehadiran seorang bass player. Beat-beat cepat dengan tanpa kompromi dimainkan, jeritan vokal yang tinggi dan cepat ala band-band 625trashcore. Sangat jarang saya melihat penampilan band-band power violence tampil dalam event musik seperti GERILYA MUSIK UNDERGROUND 12 ini, karena biasanya saya hanya bisa menyaksikannya pada gigs komunitas HC/Punk ataupun dalam sebuah acara studio show. 12 Tahun Underground bertahan & 12 Tahun pula semangat para mahasiswa Jayabaya memperjuangkan acara ini tetap berjalan.
Sebagai acara puncak dari  GERILYA MUSIK UNDERGROUND 12 ini adalah penampilan dari Funeral Inception, salah satu band Death Metal asal Jakarta yang sedang menggarap album ke-3 dan persiapan tur Malaysia dan Singapura.
Doni Iblis, pentolan band ini tampil cukup bersemangat dan enerjik, disamping para personil lainnya yang memang terlihat sudah matang mempersiapkan penampilan malam itu. Empat lagu mereka mainkan dengan sangat powerful dan kualitas sound yang bagus, membuat penampilan mereka malam itu semakin cadas. Disetiap jeda antar lagu, tak lupa Doni kerap memberi sedikit eksplanasi lagu-lagunya maupun sanjungan kepara para panitia GERILYA MUSIK UNDERGROUND 12 dan para audience yang berkesadaran untuk  turut mendukung suksesnya acara malam itu dengan membeli tiket. Akhirnya setelah lagu terakhir dituntaskan dengan cukup rapih, maka dengan itu pun acara GERILYA MUSIK UNDERGROUND 12 harus berakhir dengan banyak applause dari para band pengisi maupun para audience yang dating malam itu. Sampai jumpa di moshpit GERILYA MUSIK UNDERGROUND 13 berikutnya.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

VISITOR

free counters